Gossip and Gossipers

Well, dimanapun manusia berada dan disitu ada yang seculture, maka disitulah ada gosip. Bahayanya, gosip itu bisa membunuh karakter dan masa depan seseorang, jika orang yang digosipin itu tidak “melawan” atau meluruskan isu buruk yang beredar.

Kadang si gosipers itu ngga ngerasa kalau mulutnya bahaya dan berpotensi untuk membunuh hidup seseorang, but again, it depends on us. We should be very wise extracting and understanding the gossip. I have practisied it once, when I do not really trust a person’s words about another person, or when sebuah kelompok besar manusia memberi stigma buruk tertentu ke seseorang, padahal I do not get the same interpretation saat berinteraksi langsung ke orang tersebut. Namun sayang, sebagian besar orang telah terpengaruh gosip tersebut dan membuat sang manusia yang digosipin tampak ‘teraniaya’, and I can do nothing to help him/her😦.

Well, whatever it is, we should learn from that phenomenon (of gossip). Semoga kita semua senantiasa dilindungi dari fitnah serta tidak pula berkontribusi dalam nyebarin fitnah yang ada. Amin!!

Just beware, our words can be an effective killer than a knife!

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s