Kehidupan dan Kematian adalah Rahasia Allah

Tulisan ini hanyalah renungan ringan untuk melepas lelah dan penat setelah bekerja seharian, menyelesaikan urusan-urusan teknis duniawi yang sebagian besar adalah urusan jangka pendek. Sebenarnya urusan-urusan tersebut belum sepenuhnya kelar, namun rasanya butuh intermezo untuk relaksasi pikiran dan jiwa.

Niat menulis ini muncul ketika mendengar kabar tentang salah seorang teman dosen muda, jurusan Teknik Kimia ITS, teman satu angkatan prajabatan tahun 2011, meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kemudian, jadi ingat pula beberapa peristiwa kematian lainnya yang tak terduga, seperti junior angkatan 2004, yang telah meninggal setahun yang lalu, serta meninggalnya ustadz Jefri secara mengejutkan yang masih aja hangat dibicarakan di media.

Sungguh, kematian itu rahasia Allah..
Saya pribadi, entah itu mimpi buruk atau memang peringatan untuk diriku supaya menjadi manusia yang lebih baik, pernah mengalami mimpi yang cukup menyeramkan. Mimpi itu bukan mimpi tentang hantu, namun tentang gambaran ketika dunia kiamat. Meski telah lewat bertahun-tahun, masih tersisa di ingatan ini😦. Ketika dunia berguncang, sebagian tanah merekah, orang-orang berlarian, berhamburan, menyelamatkan dirinya masing-masing dengan wajah-wajah yang sebagian besar menjadi sangat suram, panik, langit gelap, dan beberapa orang terjatuh ke dalam tanah yang merekah. Sedangkan aku tidak ikut berlari, karena aku merasa ada orang-orang terdekat yang perlu aku cari sebelum aku menyelamatkan diriku. Kemudian setelah itu aku terbangun tengah malam dengan napas terengah-engah dan menangis, karena itu terlalu nyata untuk menjadi sebuah bunga tidur. Air wudhu dan tahajud menjadi penenangku yang sangat menyejukkan saat itu. Katakanlah itu hanya bunga tidur, tapi cukup membuatku menjadi ingat akan Hari akhir.

Mimpi versi lain, dimana kali ini jauh lebih menyejukkan, yaitu (mendadak) aku memimpikan guru agama waktu SD, pak Yusuf, yang tinggi dan gemuk. Dengan berkopyah hitam, beliau masuk ke dalam rumahku di suasana siang hari yang cerah dan menuntunku, “jangan lupa membaca basmalah untuk setiap memulai aktivitas sekecil apapun”. Setelah itu, aku terbangun, sungguh sejuk rasanya dan bersyukur, karena seolah telah diingatkan untuk senantiasa berbuat baik dengan atas nama Allah.

Mungkin, semua itu hanya bunga tidur, namun bisa dijadikan sebagai alarm kehidupan kita. Nothing’s perfect in this globe, including us. Sungguh setiap manusia memiliki kelebihan sekaligus kecacatan yang unik satu sama lain. Oleh karena itu, Allah menciptakan manusia untuk menjadi makhkluk sosial, untuk saling mendukung dan melengkapi satu sama lain, bukan saling menjatuhkan, memfitnah, atau membunuh. Naudzubillah. Punya harta atau prestasi yang melimpah atau popularitas memang sangat menyenangkan dan menggiurkan, namun itu hanya bersifat sementara. Kebahagiaan sejati adalah ketika kita dapat mendedikasikan hidup ini untuk hal yang sifatnya kekal: yaitu berbuat kebaikan terhadap sesama, dan berbagi pikiran positif kepada orang-orang disekitar kita. Disamping itu, nikmatilah jatuh bangun dalam kehidupan ini. It will be definitely worth to both your life and worship quality🙂.

Ok, that’s all. A bit like diary, tapi semoga menjadi reminder yang efektif supaya kita selalu berada pada shirotol mustaqim, yaitu jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s